BANDUNG - Semangat Hari Bhayangkara ke-80 terasa begitu kental di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dengan digelarnya festival kearifan lokal yang tak hanya meriah, tapi juga sarat makna. Melalui Lomba Kaulinan Lembur, ajang ini menjadi wadah perekat kebersamaan antar personel, seolah membawa kembali keceriaan masa lalu.
Sejak Kamis (25/6), Lapangan Apel Mapolda Jabar bertransformasi menjadi panggung budaya. Nuansa Sunda begitu dominan, terbukti dari kewajiban seluruh peserta mengenakan pakaian Pangsi, busana adat kebanggaan masyarakat Tatar Pasundan. Ini bukan sekadar kostum, melainkan simbol penghormatan terhadap akar budaya.
Hari pertama festival diramaikan tiga jenis lomba tradisional yang disambut antusias oleh perwakilan Satuan Kerja (Satker) Polda Jabar. Dari sepak bola menggunakan sarung yang mengundang gelak tawa, balap bakiak yang membutuhkan kekompakan, hingga lomba membawa kelereng yang menguji ketangkasan, semuanya diwarnai semangat kompetisi yang sehat.
Hasilnya, Satuan Brimob (Sat Brimob) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) sukses mendominasi perolehan juara di berbagai kategori, baik putra maupun putri. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa semangat juang mereka tak hanya di medan tugas, tapi juga di arena permainan tradisional.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menjelaskan bahwa pemilihan tema kearifan lokal dan busana Pangsi adalah wujud nyata komitmen Polda Jabar dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Ia menekankan betapa pentingnya nilai-nilai ini dalam setiap langkah pelayanan Polri.
“Polda Jabar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jawa Barat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin merekatkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas lewat kaulinan lembur. Penggunaan pakaian adat Pangsi ini juga menjadi simbol bahwa Polri selalu menjunjung tinggi tradisi, budaya, dan kearifan lokal dalam setiap derap langkah pelayanannya, ” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan di Bandung, Sabtu (27/6).
Rangkaian festival kebudayaan ini berlanjut hingga hari kedua, Jumat (26/6). Setelah tiga lomba sebelumnya, giliran Lomba Tarik Tambang dan Lomba Balap Karung yang memeriahkan suasana, kembali mempertandingkan kategori putra dan putri.
Puncak acara rencananya akan dihadiri langsung oleh Kapolda Jabar beserta Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar. Momen ini akan menjadi penutup manis festival, sekaligus pengumuman juara umum serta penyerahan piala dan uang kadeudeuh sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menyegarkan fisik dan memberikan hiburan yang sehat bagi personel, tetapi juga memperkuat soliditas internal. Dengan internal yang solid dan berbudaya, jajaran Polda Jabar siap memberikan pengabdian terbaik yang humanis bagi seluruh warga Jawa Barat, ” pungkas Kabid Humas Polda Jabar.
Berikut daftar para juara dari Lomba Kaulinan Lembur hari pertama:
Lomba Main Bola Pakai Sarung
Tim Putra: Juara 1 (Ro SDM), Juara 2 (Ro Log), Juara 3 (Dit Samapta)
Tim Putri: Juara 1 (Dit Reskrimsus), Juara 2 (Brimob), Juara 3 (Dit Lantas)
Lomba Bakiak
Tim Putra: Juara 1 (Sat Brimob), Juara 2 (RSBA), Juara 3 (Dit Reskrimsus)
Tim Putri: Juara 1 (Dit Reskrimsus), Juara 2 (Sat Brimob), Juara 3 (Bid TIK)
Lomba Bawa Kelereng
Tim Putra: Juara 1 (Sat Brimob), Juara 2 (Dit Lantas), Juara 3 (SPN)
Tim Putri: Juara 1 (Biro Ops), Juara 2 (Biro Rena), Juara 3 (Dit Samapta)

Ciamis